Ujian JUJUR atau Tidak ???



Jujur....? kata yang sering disepelehkan dalam masa sekarang. Yap, mungkin dizaman sekarang susah sekali bertemu dengan orang yang masih berpegang teguh pada prinsip kejujuran. Mungkin setiap orang pasti pernah bohong terhadap diri sendiri atau orang lain (dijamin pasti iya). Saya pun demikian, saya pernah berlaku tidak tidak jujur dalam hal ulangan harian disekolah (tapi itu dulu saat awal-awal masuk sekolah). Pada awalnya saya berfikir biasa aja, to juga teman-teman sayapun demikian. Namun, lama kalamaan saya berfikir apakah benar yang saya lakukan (?) dan sekarang saya tau nggak semuanya nilai berpengruh terhadap kesuksesan seseorang.

Hal inilah yang mendorong saya terus bertanya-tanya. dan kenyataan yang saya dapati adalah inilah potret pendidikan Indonesia. Pendidikan yang lebih banyak mengtamakan nilai dibandingkan pengetahuan yang didapati.
Saya adalah siswa SMAN 2 Sekayu, MUBA. Saat ini saya kelas XII.IPS. Sekarang saya lagi menghadapi ujian sekolah dan hari-hari untuk menuju UN sudah dekat. Saya melihat fenomena yang sangat unik tentang masalah ujian ini. Ntah kenapa saya sangat prihatin terhadap kondisi ini. yap,,, yang jelas saja ujian itu untuk mengukur kemampuan selama belajar tiga tahun di SMA melalui usaha dan doa bukan usaha untuk mendapatkan kunci jawaban dan menyontek (MEMPRIHATINKAN) !!!
Bahkan yang saya ketahui ada acara menyontek massal secara terkoordinir yang dilakukan oleh oknum-oknum sekolah tertentu. Hal ini "mengagumkan".. jadi buat apa sekolah selama tiga tahun trus apa bedanya dengan orang yang sekolah baru seminggu terus ikut ujian nasional dan diberikan kunci jawaban (? ? ?) kalo seperti itu bubarkan saja sistem pendidikan sekarang ini.Tinggal tunggu anak berumur 18thn dan diikutkan ujian nasional dengan diberikan kunci jawaban.... iya kan???? kalo prinsipnya kayak gitu.
Sebenarnya apa sih yang dicari dan dituntut ketika kita bersekolah ? jawabannya adalah ILMU PENGETAHUAN ! secara logika, ketika seseorang anak yang banyak ilmu pengetahuannya, dia pintar dan itu artinya tentu orang berilmu disekolah maka nilainya bagus bukan (???). Bagaimana seorang penerus generasi bangsa dapat  memajukan negara ini jika untuk bersifat jujur saja sudah dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari ???
Sebenarnya NILAI itu penting untuk mengukur kemampuan seseorang dalam kegiatan pembelajaran disekolah, dan gurupun disekolah dapat mengenali kemampuan kita, namun untuk mendapatkan nilai yang sesungguhnya kita harus usaha dengan jalan yang benar dengan bersifat jujur untuk menggali kemampuan yang sebenarnya kita miliki. Terkadang saya disekolah pernah merasa terdiskriminasi oleh teman-teman saya yang mengatakan saya adalah orang FREAK. It’s simple, karena saya ulangan ngak mau contekan. Bahkan saya pernah dikucilkan dan dibilang sok suci lah… hahahha,, tanggapi dengan senyuman aja.
Well.. back my school… di SMA saya, gurunya terbilang masih banyak yang berusia muda yang berjiwa nasionalismenya tinggi. Yeahh.. berkat merekalah kami sadar kalo hal yang dilakukan kami selama ini salah. Mereka tidak akan marah ketika SMA kami akan menduduki peringkat terendah se-nasional dalam hasil ujian nasional asalkan kami dapat berlaku jujur dalam mengerjakan soal tersebut. Saya masih inget hal yang disampaikan oleh guru saya (sir Tino) “percuma kalo nilai tinggi tapi pengetahuannya cetek dan kita harus tau, apa yang kita ambil yang bukan haknya (mencontek jawaban) maka siap-siapkan saja waktu saat tiba nantinya tuhan akan mengambil apa yang kita ambil waktu dahulu ntah berupa sakit, kehilangan barang berharga apa yang kita miliki, dan dalam bentuk hal lainnya. Dan cam kan itu dalam pemikiran kalian. Berlakulah jujur, to tak ada ruginya bahkan pahala akan selalu mengalir buat kita J” hal ini lah yang selalu mendorog saya bersifat seperti itu. Jika semua guru pola fikirnya sama dengan guru-guru yang mengajari kami di SMA , mereka selalu membimbing kami kejalan yang benar, kebobrokan system pendidikan Indonesia mulai diperangi agar tidak bertambah parah. Walaupun begitu mereka tetap berusaha untuk mendapatkan hasil yang maxsimal buat peserta didiknya dalam menghadapi UN. Dan bukan itu saja mereka juga mempersiapkan peserta didiknya buat terjun kelingkungan masyarakat yang sebenarnya. Aku yakin jika semua guru pola pikirnya sama dengan pola pikir guru-guru kami maka system pendidikan dinegeri ini akan menaikan kuailitas pendidikan sekarang yang mengalami kebobrokkan. Well… bagi kalian penerus generasi bangsa berusahlah jujur dalam segala hal, kalian tidak mau kan kalo bangsa ini hanya stalk diposisi sekarang aja yang menurut saya akan mengalami kehancuran, so berusahalah jadi penerus generasi yang membawa perubahan positif bagi bangsa ini.

¡Compártelo!

0 komentar:

Posting Komentar

Buscar

 

Pengikut

Tulisan ku Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger